HTML/JavaScript

Minggu, 06 Januari 2013

Semburat Warna Jingga

Senja

Dara duduk di bawah rindangnya pohon liar.
 Pandangnya jauh melintasi pepohonan nun jauh di sana.
Semilir angin menyibakkan helaian rambut dan menyapu wajah sendunya.
Bunyi gemerisik daun kering berjatuhan, menghantar diamnya dalam keheningan. 
----------


Ku tarik nafas dalam-dalam.
Sesaat kulepaskan.

Alunan nada alam menghantar khayalku.
Terbang tinggi.
Serasa  pernah mengalami ini.
Seperti misteri, bahkan otak pun tak bisa mengingatnya.

Damai. ..

Butiran air menetes dari pelupuk mata.
Kubiarkan mengalir jatuh ke tanah.
Gejolak batin, antara bahagia dan terluka.
Bukan hanya oleh makhluk, tapi juga karena jalan yang kadang berbatu.
 Berliku.
 Penuh simpangan.
Serasa tak mampu.
Seperti bebijian yang terlepas dari pepohonan dan diterbangkan angin,
Hingga jatuh di tempat yang Subur..
Bertumbuh dan berbuah..
Itu harapanku juga...

 ---------
Semburat warna jingga menghiasi langit sore, walau hadirnya hanya sesaat. Tapi engkau setia temani Dara hingga Senja.
Sampai tersenyum kembali penuh harapan. Dia adalah Semburat Warna Jingga.

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar