HTML/JavaScript

Selasa, 29 Januari 2013

Padang Gurun.

Suatu malam, aku online si suatu jejaring sosial. Kebetulan salah satu sepupuku laki-laki  yang berada di Jogjakarta sedang online. Dia berusia 8 tahun. Dia adalah sepupuku yang suka main game online. Pada saat itu sedang musimnya anak Sekolah Dasar ujian semester. Aku mulai percakapan via chatting.
  " Hai Ko, ndak sinau? besok ujian kan?"
  " Iya, ini sambil belajar." jawabnya.

Sejenak kemudian aku mulai berfikir, pada masa sekolahku dulu ketika akan menghadapi ujian pastilah mencari tempat yang hening, jikalau perlu bangun dini hari supaya mendapatkan suasana dimana tidak ada gangguan sama sekali.Tapi lain halnya dengan zaman sekarang, di era yang semuanya serba canggih, tidak bisa jika belajar tanpa musik yang masuk ke telinga, tak bisa lepas dengan yang namanya Handphone, bahkan internet sekalipun bisa dijadikan "teman" dalam belajar.
Bukan hanya anak-anak, kita semuanya mengalami yang namanya "candu" terhadap teknologi. Tidak bisa lepas dari yang namanya handphone, internet, MP3, televisi, DVD dan lain-lain. Sampai terkadang jarang terjalin komunikasi yang benar-benar baik antar sesama, yang ada hanya sibuk dengan smartphone masing-masing. Jadi tidak salah jika terkadang ada istilah, teknologi itu bisa mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Parahnya lagi, apabila kecanggihan teknologi menjauhkan kita dari Sang Khalik. Karena, secanggih apapun teknologi yang membantu kita dalam kehidupan sosial baik untuk kesenangan ataupun untuk tuntutan pekerjaan, DIA lah SANG penghibur yang sejati.

Di awal tahun 2013 ini, semoga kita semua bisa membuat resolusi atau ketetapan hati. Memberikan sedikit perhatian pada hal-hal dari diri kita yang perlu diperbaiki dan dibenahi. Sanggupkah kita untuk diajak-Nya ke Padang Gurun?? Padang gurun disini bukanlah gurun yang terdapat di negara Arab dan afrika, tapi yang lebih dekat lagi yaitu padang gurun dalam hati manusia.Padang gurun adalah suatu tempat yang bebas dari segala macam gangguan, tempat dimana kita bisa sendirian dengan Tuhan. Istilah lain dari Padang gurun adalah keheningan. Dalam keheningan kita bisa bertemu dengan-Nya, bercakap-cakap, bercerita ataupun berkeluh kesah. Dan setelah menemukan-Nya, kita dapat menemukan diri kita sendiri.

Di zaman sekarang yang penuh dengan segala bentuk info media dan beribu macam periklanan, adakah kita bisa mendapatkan keheningan itu? Keheningan tanpa gangguan sama sekali sangatlah mahal ditemukan di waktu sekarang. Segala macam kebisingan sudah menjadi sahabat tiap hari, bahkan tiap menit dan detik. Televisi dengan segala macam jenis siaran, smartphone dengan beribu aplikasinya dan lain sebagainya. Seolah kita bukan menghindari kebisingan itu, kita justru mencarinya. Dan kita jadikan sebagai suatu hal yang "musti atau wajib" kita punyai atau lakukan setiap detiknya. Adakah yang bisa meninggalkan smartphone selama 1 hari? Pasti tidak ada, jangankan 1 hari, ironisnya kita berdoa selama 15 menit saja, di pikiran kita sudah terlintas  , " Ada balasan whatsapp atau bbm nggak ya?atau ini itu bla bla bla". Lain halnya ketika sedang sibuk dengan internet, hal yang seharusnya kita prioritaskan dan lakukan, pernahkan terbersit untuk segera melakukannya?Pasti tidak, sampai kita lupa tidur, lupa untuk makan teratur dan parahnya lagi lupa menyediakan waktu sedikit saja untuk "berdua dengan-Nya" dalam keheningan.

Keheningan memang sulit untuk diperoleh di tengah kebisingan teknologi dan segala macam rutinitas duniawi, aku pun menyadari dan merasakannya. Kadang ada perasaan takut dan malu pada-Nya untuk sekedar mengakui segala bentuk kesalahan dalam hidup ini, menyediakan sedikit ruang dan waktu untuk sekedar becerita dengan-Nya. Rayuan duniawi itu ternyata lebih hebat dan menjanjikan segala bentuk kesenangan

Beberapa hari ini aku mencoba lagi berpesiar ke padang gurun, setelah lumayan lama jarang melakukannya.Menghindari segala macam hal yang kadang mencadi "candu" bagiku. Maaf...kadang aku harus punya waktu untuk "menyendiri dalam keheningan", hingga mengabaikan segala jenis "dering-dering duniawi". Yang biasanya bisa berjam-jam di dengan internet, dengan jejaring sosial atau dengan handphone, sekarang aku mencoba untuk mengurangi persentase segala macam "candu" itu. Mungkin, dengan itu, lebih mudah untuk memperoleh jawaban yang memang dari DIA, pelipurku. GOD Bless Us.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar